Anak Sholih Investasi Dunia&Akhirat

April172013
mendidikanakmencintaia.jpg ANAK SHOLEH TUJUAN UTAMA Sungguh indahnya diberi anugerah putra/putri, karena banyak dari beberapa orang yang belum diberikan amanah ini, untuk itu perlu dijaga dan arahkan sesuai dengan ajaran sang pemberi amanah yaitu Allah. Bila ditanya apa sebenarnya tujuan seseorang punya anak? Ada beberapa jawaban yang mungkin dilontarkan diantaranya “agar tidak dikatakan mandul, agar dalam rumah tangga menjadi tentram, ramai ada suara anak, agar kelak menjadi tulang punggung keluarga, agar kelak mengurusi orang tua dan mungkin banyak lagi. Jawaban di atas sah-sah saja namun ada satu hal yang perlu ditanamkan pada diri orang tua adalah tujuan utama mempunyai anak adalah menjadikan asset masa depan bagi orang tua. Asset yang sangat luar biasa besarnya bagi orang tua tidak hanya di dunia, namun yang terpenting adalah di akhirat sebagaimana sabda nabi yang sangat kita kenal. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayub dan Qutaibah (yakni Ibnu Sa'id) dan Ibnu Hajar, mereka berkata : Telah menceritakan kepada kami Isma'il (dan dia adalah Ibnu Ja'far) dari Al-'Ala'i dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda : "Jika seorang manusia mati, terputus darinya 'amalnya kecuali dari 3 perkara : Shodaqoh jariyah , ilmu yang bermanfa'at, anak sholeh yang berdo'a baginya". (HR. Muslim 14-(1631)). Dari hadits ini sangat jelas, bahwa begitu besar asset anak yang sholeh bagi orang tuanya, bahkan sampai setelah hidup orang tua. Ada sebuah perumpamaan yang sangat logis, yakni bila menanam padi maka akan tumbuh rumput, namun tak mungkin menanam rumput akan tumbuh padi. Anak yang sholeh/sholehah akan memberikan manfaat kepada orang tua di akhirat, otomatis akan memberikan manfaat bagi orang tua di dunia. Jadi, insya Allah bila mempunyai anak yang sholeh maka segala harapan dan keinginan orang tua di atas akan terpenuhi. Namun, bila hanya dunia saja tujuan orang tua maka belum tentu dunia terpenuhi apalagi akhirat. Satu contoh kecil, bila orang tua yang mendambakan kemuliaan dari anaknya bila kelak menjadi dokter/orang yang sukses dan tanpa penanaman aqidah dan akhlak, apa yang terjadi bila ternyata anak yang didamba-dambakan tidak berumur panjang, terseret narkoba, atau misalnya toh menjadi orang sukses tidak ada jaminan untuk tidak lupa/menyia- nyiakan orang tua. Kalau hal ini terjadi maka sia-sia sudah segala biaya, tenaga yang tercurahkan oleh orang tua, na’udzubillah. Lain halnya dengan anak yang sholeh/sholehah akan selalu memberikan baktinya pada orang tua karena telah ditanamkan pendidikan yang baik, akhlak yang terpuji, dan sampai ajal orang tua pun akan selalu mengalir pahala padanya, subhanallah. Untuk itu pendidikan aqidah dan akhlak menjadi hal yang mutlak bagi masa depan hidup kita dan genersi sesudah kita. Untuk itu, peran pendidik dalam hal ini sangat menentukan. Dalam trilogi pendidikan, tiga pilar utama dalam pendidikan anak adalah rumah/orang tua, sekolah/ guru, dan masyarakat. Ketiga point inilah yang akan mencetak generasi kita, untuk itu perlu diciptakannya sebuah persamaan dari ketiga komponen tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Satu saja dari ketiga elemen itu berbeda, maka akan merubah cita-cita yang kita bangun. Orang tua adalah tugas utama dalam pendidikan, karena anak pada dasarnya milik orang tua, baik dan buruknya lebih dipengaruhi oleh orang tua. Maka ada sebuah pernyataan bahkan penelitian bahwa pendidikan pada anak dimulai sejak anak dalam kandungan, bahkan sejak memilih calon ibu bagi anak. Bukan suatu hal yang mustahil karena ibarat sebuah fotocopy, maka anak adalah hasil dari fotocopy, bila yang dicetak A maka akan menghasilkan A, bila yang dicetak tidak jelas maka hasilnya juga tidak jelas. Hal ini disebabkan oleh kesibukan orang tua dan profesi orang tua yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, maka orang tua menyerahkan pendidikan anak pada sekolah. Namun, penyerahan ini bukan totalitas karena anak hanya dididik disekolah kurang dari 8 jam, artinya 2/3 aktifitas anak dilakukan di luar sekolah.berbeda bila pendidikan di serahkan seutuhnya pada sekolah misalnya pondok pesantren, asrama. 2/3 kegiatan anak- anak berada si luar sekolah yaitu di rumah dan di lingkungan/masyarakat. Maka wajar bila tingkah laku anak akan banyak dipengaruhi oleh lingkungan di mana anak berada. Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan berkumpul dengan teman sebayanya,bila ternyata di rumah tidak ada saudara yang seumur, maka anak akan bergaul dan bermain dengan teman lingkungan. Maka inilah yang sangat dominan mempengaruhi perkembangan pendidikan anak yang nantinya menjadi sebuah karakter anak, ibarat sebuah rekaman yang akan menjadi dokumen yang takkan pernah hilang. Bila bangunan ibarat pondasi, untuk itu ternyata mendidik anak adalah bukan sebuah pekerjaan yang mudah, karena membentuk sebuah karakter yang selalu berkembang, berbeda dengan barang yang dengan mudahnya diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain secara kongkrit. Namun dibalik usaha yang demikian cukup berat dan harus istiqomah, maka hasil yang akan diterima oleh orang tua luar biasa besar, juga sebaliknya bila orang tua menyia-nyiakan amanah dengan pendidikan yang tidak baik, maka dampak negatifnya juga akan diterima oleh orang tua yang besar. Bayangkan saja, bila sesorang mempunyai asset satu anak saja, maka ibarat mempuyai mesin pencetak pahala yang sampai orang tuanya meninggal, maka mesin itu akan terus mencetak pahala, dan bila nanti menurunkan kebaikan pada keturunan selanjutnya, maka pahala akan terus dan terus mengalir. Betapa luar biasanya bila jumlah anak lebih dari 2. Namun, sebaliknya bila anak dijadikan mesin pencetak dosa, maka orang tua akan terus menerus mendapatkan dosa walaupun sampai ajal tiba, naudzubillah. Maka penulis menghimbau kepada kaum muslimin muslimat yang diberikan kekuatan ekonomi yang kuat, maka perbanyak anak dan dididik menjadi sholeh sholehah, karena itulah asset yang sesungguhnya. Namun, yang terjadi sekarang terbalik, yang kaya anak cukup dua, yang miskin jumlah anak tak terkira. Mengenai hal ini, Allah sudah mengingatkan dalam Al¬- Qur’an surat Almaidah ayat 32, bahwa orang yang membunuh satu orang seakan membunuh semua orang di dunia, dan sebaliknya barang siapa menghidupi seseorang (merawat, membiayai, dan mendidik) seakan menghidupi semua manusia. Logika sederhananya adalah karena manusia berkembang dan beranak pinak. Kaum Muslimin yang di muliakan Allah, dengan pemaparan di atas menjadi motivasi bagi kita bahwa pendidikan adalah hal yang mutlak pada anak. Kita didik dengan baik atau kita biarkan anak kita pada dasarnya anak akan mendapat pendidikan secara tidak langsung, karena anak setiap detik mengalami perkembangan dan setiap detik itu pula anak akan merekam setiap apa yang didengar, dilihat, dirasakan, dan dialaminya. Maka orang tua adalah orang yang seharusnya paling dekat dengan anak, maka orang tualah master dari rekaman tersebut, walaupun tidak menutup kemungkinan banyak sekali pengaruh yang datang dari luar, maka pengawalan dan pengawasan harus senantiasa dilakukan. Di jaman yang serba canggih ini bukan lagi anak harus dikekang untuk ini dan itu, Namun yang terpenting anak dipahamkan setiap tindakan yang dilakukan sehingga anak sadar, paham, dan diarahkan pada hal yang positif. Orang tua menjadi fasilitator bagi anak. Anak diberikan kebebasan, namun diberikan batasan-batasan yang harus dijaga dan orang tua harus selalu mengawasi serta memantau bila anak melakukan hal yang tidak sesuai harus segera diingatkan. Satu kesalahan dibiarkan, maka kesalahan yang lain akan menyusul dan menumpuk dan mejadi kesalahan yang fatal, walaupun itu hanya kesalahan yang kecil. Semoga artikel yang sedikit ini menjadi sebuah inspirasi positif dan bermanfaat sehingga Bapak dan ibu menyekolahkan putra-putrinya di sekolah yang berbasis agama adalah keputusan yang sangat tepat. Wallahu a’lam bisshowab
Share on Facebook Share on Twitter

Comments

12 responses to "Anak Sholih Investasi Dunia&Akhirat"

candramaz on 05:09 PM, 17-Apr-13

Sampe kliyengan sob ane bacanya.

Mantab.

coliz on 06:33 PM, 17-Apr-13

@candramaz,
ane td nulisny jg smp kliyengan sob.
syukron ats knjnanny.
mari kita slng follow sob!
brbgi itu indah og

Yupi Rizky Revienda on 07:21 PM, 17-Apr-13

iya bener. Aku juga pengen punya anak yg soleh dimasa depan smile kunbal selese om. Tengkyuk cheesy-grin

Chaiyoh on 09:35 PM, 17-Apr-13

aduhhh mpe muter nih mata om bacanya cheesy-grin

bangri on 10:04 PM, 17-Apr-13

ok. .ok. .

coliz on 01:21 AM, 18-Apr-13

@Yupi Rizky Revienda,
wokay...,smg kelak kita punya anak2 yang sholih n sholihah
yg mmpu mnggendong tempayan2 kemanfa'atan bg seluruh alam

coliz on 01:25 AM, 18-Apr-13

@Chaiyoh,
hehe...,d tnggu followingny tan!

coliz on 01:27 AM, 18-Apr-13

@Chaiyoh,
hehe...,d tnggu followingny tan!

coliz on 01:33 AM, 18-Apr-13

@bangri,
wokay gan

Origamy on 02:07 AM, 18-Apr-13

kunjungan perdana.kunbal ya?

bangri on 02:08 AM, 18-Apr-13

ok. .ok. .

bangri on 02:10 AM, 18-Apr-13

ok . Ok

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images


 
Back to Top